Pengalaman pertukaran pelajar ke China

Hello dear friends,
Bagaimana kabar nya?
Pasti pada baik kan, I do hope so.

By the way, ini adalah tulisan pertamaku yang sebenernya sudah lama sekali semenjak duduk di bangku menengah pertama ingin berbagi pengalaman dan berbagi pemikiran melalui tulisan terkait isu-isu terbaru yang sedang hangat untuk didiskusikan akan tetapi adanya berbagai kesibukan dan halanganlah yang menjadi penghambat untuk menulis. Hehehe ….

Nah, pada kesempatan ini aku akan berbagi pengalaman tentang program pertukaran pelajar ke China yang aku ikuti dan diadakan akhir bulan April 2016 kemarin.

Ketertarikanku untuk bisa menginjakkan kaki di negara lain sebenarnya sudah mulai tumbuh semenjak duduk di bangku kuliah semester ke-2 dimana awal masa pendidikan di bangku kuliah, aku sangat aktif di berbagai kegiatan organisasi internal maupun eksternal kampus dan ditambah dengan kursus bahasa inggris pada malam harinya.

Hari berganti bulan berganti tahun aku lalui. Disamping itu, aku harus membagi waktu seefisien mungkin dengan membuat manajemen waktu yang baik. (walau kadangkala engga baik. Hehe) Berbekal bisa menikmati wifi gratis yang ada di kampus dan tempat nongkrong yang ada di sekitaran Jakarta, aku sering mencari-cari informasi terkait berbagai perlombaan, program pertukaran pelajar, dan kegiatan-kegiatan nasional maupun internasional.

Tahun berganti tahun, teman-temanku semakin banyak yang mengikuti berbagai program pertukaran pelajar ke berbagai belahan dunia. Tingkat kecemburuanku pun semakin menjadi-jadi. Bagaimana tidak, semua orang pasti ingin merasakan bagaimana atmosfer berada di negara lain. Secara pribadi kawasan negara yang ingin aku kunjungi yaitu Arab Saudi, Eropa, Amerika, China, Jepang, dan Korea.

Ketika kembali mencari informasi aku menemukan short exchange program dengan negara tujuan ke China. Akupun dengan pede-nya men-download formulir dan mengirim application ke panitia penyelenggara. Selang beberapa hari mobile phone ku pun berdering dan penyelenggara menanyakan apakah bisa untuk wawancara pada saat itu. Akupun mempersilahkan untuk di wawancarai pada saat itu juga using english language. Selang beberapa hari kemudian aku mendapatkan e-mail yang menyatakan bahwa aku terpilih dan dapat mengikuti program tersebut. Yuhuu, akhirnyaa ..

Persiapan passport, visa dan kelengkapan lainnya pun sudah mulai aku persiapan. Selama kegiatan aku dan para peserta diperkenalkan tentang culture, social life, food, college atmosphere in The People’s Republic of China (in Beijing City exactly) dan mengunjungi beberapa tempat wisata di China.

Ada beberapa pengalaman menarik selama kegiatan tentunya. Jadi, kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu dan ada malam dimana para peserta dipersilahkan untuk membeli buah tangan untuk sanak keluarga maupun kerabat. In Wangfujing Street exactly, the most famous shopping streets of Beijing, China, located in Dongcheng District. The majority of the main area is pedestrianised and very popular shopping place for both tourists and residents of the capital.

Jadi begini ceritanya, petang kami sampai di lokasi. Karena kami berada di tempat yang sangatlah ramai dan waktu yang ada juga terbatas, oleh karenanya Mr. Yuan yang juga menjadi guide memberi instruksi pada pukul 20.30 waktu setempat untuk berkumpul di toko seiko yang menjadi assembly point. Oke, kami pun mulai berpencar kesana-kemari ditemani indah nya malam dengan warna-warni penerangan di tengah hiruk-pikuk masyarakat di Wangfujing Street kala itu.

Setelah menggenggam beberapa souvenir yang masih sedikit karena aku kesulitan untuk memilih barang apa yang hendak dipilih, akupun kembali ke assembly point. Tepat pukul 20.15 aku sudah berada di assembly point dan ternyata yang sudah berada di lokasi yaitu Mr. Yuan dan Lecturers dari Thailand.

Selang beberapa menit Mas Gilang datang dengan seorang wanita berparas ayu native daerah setempat sedang asik bercengkrama menggunakan bahasa inggris dan keduanya datang menghampiriku.

“Is he your friend ?” tanyanya
“Yes, he is” jawab Mas Gilang
“Hello .. ” sapaku
“Haii .. how old are you ?” tanyanya lagi
“I am twenty”
“Really ? waw, you’re still young”
(kagetnya, karena mungkin ia melihat penampilanku yang terlalu muda).

Kemudian mereka kembali bercengkrama dan mengajak untuk meminum coffee bersama yang aku melihat sepertinya Mas Gilang menolak secara halus. Kemudian ia menanyakan kontak Mas Gilang.

“what time will you contact me?” tanyanya
“may be at ten” jawab Mas Gilang
whether it could be faster?”
“i don’t know, may be NO ..” tungkasnya

Aku semakin tidak mengerti tentang apa yang sedang mereka perbincangkan.
(Mas Gilang pun terus mencoba menghindar dan akhirnya wanita berparas ayu itu pun pergi).

Usut punya usut ternyata wanita itu adalah wanita penghi***.
“aduh mas, kenapa ga di sambut saja ? haha” candaku.

wang_fu_jing_shopping_street
Wangfujing Street. Picture-google

Waktu setempat menunjukkan pukul 20.30 tetapi peserta masih belum berkumpul di assembly point. Kemudian aku meminta izin untuk kembali ke toko souvenir untuk membeli hiasan kaca yang tadinya aku ragu untuk membelinya. Setelah izin diberikan akupun berlari menghampiri toko tersebut dan langsung membayarnya ke kasir.

Setelah transaksi, seorang pemuda berteriak kecil menghampiriku.
“sir .. sir ..” ujarnya
“ya ?” jawabku
“do you like art ?”
“yes, i do”
“i wanna show you something”
“i am really sorry, my bus has been waiting for me”
“only a few minutes”

Baiklah, aku pun menghampirinya dan ia membawaku ke ruangan galeri yang dinding ruangan tersebut di penuhi dengan pajangan lukisan yang cukup banyak. Aku sangat terkesima dengan karya yang dihasilkan karena aku yakin butuh ketekunan dan keahlian khusus untuk bisa menciptakan karya-karya yang dihasilkan.

Ia pun mulai mendeskripsikan panjang lebar beberapa lukisan.
This painting describes the symbol of life. Energic, long-life, peaceful …”

Aku pun mengerti bahwa mereka mempercayai beberapa simbol/bentuk/gambar sebagai sesuatu yang mempunyai arti tersendiri. Dan jujur saja, lukisan yang ia tunjukkan sangatlah bagus. Oh iya, ketika aku melihat jam tangan, jarum panjang sudah berada di angka 9 yang artinya waktu sudah menunjukkan pukul 20.45. Segera aku potong omongannya.

“sory sir, i have no much time .. my bus has been waiting for me .. your art is really amazing .. i appreciate that .. i wish you lots of success for the future” ucapku.

Kemudian ia mencoba menawarkan lukisan nya dengan memberikan potongan harga kepada ku, tapi karena memang tidak membawa uang yang cukup banyak aku tidak menerima tawarannya.

Setelah itu aku berlari terburu-buru ke assembly point.
Sesampainya ..

“lo hampir ditinggal tau zak”
“really ?”
“iya, tadi yang dari Thailand sempet kesel gitu”
Aku pun merasa bersalah selama perjalanan pulang.

Sesampainya di penginapan, aku turun dari bis dan langsung menghampiri mereka dengan meminta maaf karena telah menungguku.

Dengan senyuman mereka berkata.
“it’s oke, no problem”
Bagusah kalau begitu.

Closing ceremony pun digelar dilanjutkan dengan pembagian sertifikat yang menandakan berakhirnya program yang telah terlaksana. Keeseokannya aku kembali ke tanah air penerbangan dini hari pukul 02.00 waktu setempat / GMT +08:00 dan sampai di Jakarta lebih kurang pukul 10.00 WIB dengan satu kali transit di Malaysia.

Foto di Greatwall – China

qw

Sertifikat Kegiatan

Bertemu  dengan  individu-individu baru yang mempunyai tujuan dan semangat positive dalam mengukir masa depan membuatku teracuni untuk melakukan hal yang sama. Disamping itu, aku yang merasa kalau i’m a curious person selalu ingin mencoba pengalaman juga tantangan baru yang harapannya dapat meningkatkan potensi softskill maupun hardskill diri pribadi kedepannya.

Itulah secarik pengalaman kecilku selama mengikuti program ini. Semoga kita selalu diberi kemudahan juga kesuksesan dalam melakukan segala sesuatu. Amin.

Salam sejahtera,
Semangat berbagi,

Muhammad Zaki Yusuf.

Satu tanggapan untuk “Pengalaman pertukaran pelajar ke China

  1. That was great experience! Sangat seru dan tak terlupakan pastinya ya? 🙂 Beruntung! Karena tidak semua orang dapat kesempatan untuk mengalaminya.

    Izin numpang lapak memberi alternative untuk pembaca atau bahkan penulis sendiri barangkali tertarik 🙂

    Tapi sekarang sudah tidak sibuk dengan tugas akhir kan? 🙂

    Ingin meniti karir di luar negeri?

    ATAU punya IPK 3.0, lulusan S-1 semua jurusan & dibawah 35 tahun?

    Kami menjamin anda untuk memperoleh IELTS 7.5 & mendapatkan beasiswa 100% di luar negeri. 3000+ alumni sejak 1996, kuliah di 4 benua.

    Coba FREE trial kami (tidak dipungut biaya) dan rasakan sendiri metode pembelajaran yang kami punya 🙂

    Untuk tes institusional IELTS gratis & info beasiswa: 0813 1663 4102

Tinggalkan Balasan